Hello guys, welcome! Di artikel ini, International's Info akan sedikit membahas salah satu pameran terbesar di Indonesia yang akan resmi ditutup penyelenggaraannya pada hari Minggu, 30 Juni 2019 yakni Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau yang lebih dikenal dengan nama Jakarta Fair. Semoga kalian suka dengan informasi di artikel ini dan jangan lupa untuk memberikan komen dan share ke seluruh sosial media yang kalian punya.
Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau yang lebih dikenal dengan nama Jakarta Fair merupakan salah satu pameran tahunan terbesar di Indonesia. Acara ini biasanya dilangsungkan selama satu bulan penuh sejak dibuka pada pertengahan Juni sampai pertengahan Juli untuk memperingati hari jadi kota Jakarta yang jatuh pada tanggal 22 Juni.
PRJ pertama kali diadakan pada tanggal 5 Juni hingga 20 Juli 1968 dan dibuka oleh Presiden Soeharto dengan melepas merpati pos. Sampai saat ini setiap tahun penyelenggaraan acara ini tidak pernah terputus. Dari 1968 sampai 1991 PRJ berlangsung di Monas. Saat ini PRJ berlangsung di daerah Kemayoran sebagai tempat yang dianggap lebih luas.
PRJ pertama ini disebut DF yang merupakan singkatan dari Djakarta Fair (Ejaan Lama). Lambat laun ejaan tersebut berubah menjadi Jakarta Fair yang kemudian lebih popular dengan sebutan Pekan Raya Jakarta.
Sebuah yayasan yang diberikan nama Yayasan Penyelenggara Pameran dan Pekan Raya Jakarta juga dibentuk sebagai badan pengelola PRJ. Sesuai Perda no. 8/1968 tersebut tugas yayasan ini bukan hanya menyelenggarakan PRJ saja tetapi juga sebagai penyelenggara Arena promosi dan Hiburan Jakarta (APHJ) yang dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun. PRJ kini menjadi agenda tetap tahunan setelah Pemerintah DKI mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) no. 8 tahun 1968.
Syamsudin Mangan, Ketua Kadin Indonesia ketika itu dinilai berjasa dalam menyelenggarakan Pekan Raya Jakarta yang mengubah wajah Pasar Malam Gambir yang kemudian terkenal dengan Djakarta Fair karena kegigihannya Djakarta Fair mendapat dukungan dari berbagai pihak.
PRJ 1968 atau DF 68 berlangsung mulus dan boleh dikatakan sukses. Mega perhelatan ini mampu menyedot pengunjung tidak kurang dari 1,4 juta orang. Acara yang digelar pun unik karena diselenggarakannya pemilihan Ratu Waria dengan jumlah peserta sebanyak 151 peserta dan boleh dikatakan cukup banyak kala itu.
PRH 1969 atau DF 69 "memecahkan" rekor penyelenggaran PRJ terlama karena memakan waktu penyelenggaraan 71 hari. Dimana pada umumnya PRJ hanya berlangsung selama 30 - 35 hari.
Penyelenggaraan Jakarta Fair ini, dari tahun ke tahun selalu mengalami perkembangan pengunjung dan peserta yang selalu bertambah. Dari sekadar pasar malam, "bermutasi" menjadi ajang pameran Modern yang menampilkan berbagai produk.
JFK 2011 mulai menampilkan produk dalam negeri, baik berskala besar, menengah, kecil dan koperasi dari seluruh Indonesia, yang diselenggarakan bertepatan dengan HUT Kota Jakarta ke-484.
Secara garis besar panitia penyelenggara berharap event ini menjadi pembangkit semangat promosi produk dalam negeri, selanjutnya meningkatkan lapangan kerja dan secara tidak langsung meningkatkan pendapatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Shuttle Bus secara gratis disediakan selama masa buka pameran dari Parkir IRTI Monas (seberang Kantor Gubernur DKI Jakarta) dan diperkirakan berangkat setiap 30 menit sekali.
Hal unik dari acara ini adalah selalu dimeriahkan oleh Pentas Musik Nonstop, dengan ratusan group band top ibu kota, Pesta Kembang Api Spektakuler, Malam Muda Mudi, Pemilihan Miss Jakarta Fair, Panggung Kesenian di Taman Budaya, Karnaval, berbagai promosi menarik di stand-stand pameran, serta undian berhadiah mobil dan sepeda motor.
Thank you!
Comments